Perbedaan Menabung di Asuransi
Di perkembangan jaman now ini sangat pesat sekali, khususnya berbagai macam cara untuk menabung, kalau jaman saya dulu kecil menabung di celengan ayam itu udah sangat bangga sekali, sehari 100 rupiah, hingga penuh bolehlah dipecah bawahnya untuk membeli sesuatu yang saya ingini.
Jaman sekarang pun banyak bank-bank menawarkan tabungan untuk junior, paling tidak anak tersebut ada akte lahir dan sudah masuk di Kartu Keluarga maka si anak bisa membuka rekening tahapan junior. Tidak hanya bank saja yang berlomba-lomba membuat rekening tahapan untuk junior badan keuangan seperti koperasi simpan pinjam pun membuka peluang ini. Dengan berbagai macam fitur para anggota yang terdaftar di koperasi tersebut dapat membuka tabungan dengan nama si anak.
Di industri asuransi pun di berbagai macam perusahaan asuransi banyak menawarkan asuransi pendidikan. Lalu sebagai orang tua harus memutuskan mau ditabung dimana untuk masa depan anak?
Perbedaan Menabung di Asuransi?
Banyak produk asuransi untuk menabung kali ini saya fokuskan asuransi untuk menabung dengan tujuan pendidikan anak. Kenapa sih sebagai orang tua harus memilih asuransi pendidikan sebagai sarana untuk menabung? jawaban yang utama adalah sebagai penabung atau dalam hal ini orang tua, diikutsertakan dalam perlindungan jiwa, karena jika terjadi resiko dengan orang tua maka tabungan jangka panjang dimana tujuannya untuk tabungan pendidikan anak, maka anak-anak akan tetap dapat melanjutkan dengan dana pendidikan dari asuransi, dalam hal ini penting kenapa karena setiap orang pasti meninggal dan kita tidak tahu kapan hari baik itu terjadi, maka setiap orang tua yang sayang terhadap anak dan buah hatinya, dan ingin anak-anaknya dapat melanjutkan pendidikan ke tahapan yang lebih tinggi, menabunglah di asuransi.
Masalah kedua adalah dimana saya harus memilih perusahaan asuransi mana yang terbaik? Disini saya tidak menyebutkan satu perusahaan, tetapi saya akan membagikan tips singkat cara memilih yaitu syarat utama tabungan pendidikan adalah asuransi pendidikan harus mempunyai jaminan pasti di tahapan-tahapan anak masuk sekolah. Untuk itu saya yang lalu sudah membuat ulasannya di artikel ini.
Demikian yang dapat saya sampaikan, jika masih ada pertanyaan bisa komen di artikel ini atau langsung via Whatsapp di nomor saya. Terima kasih salam sukses.
#JadiAndalan, #KenapaNunggu, #Mlifeprenuer
Butuh penjelasan lebih lanjut?
Konsultasikan kebutuhan proteksi dan perencanaan keuangan Anda dengan saya — gratis dan tanpa komitmen.
Chat WhatsApp Sekarang
Suryo Nugroho
Manulife Life Planner
Perencana keuangan dan agen asuransi Manulife di Malang yang membantu Anda memahami asuransi jiwa dan perencanaan keuangan dengan bahasa yang mudah.
Artikel Terkait
Pasangan Tanpa Anak, Apakah Tetap Butuh Asuransi Jiwa? Jawabannya Mungkin Mengejutkan Anda
Bukan Hanya Meninggal: Apa yang Terjadi pada Penghasilan Anda Jika Cacat Total dan Tak Bisa Bekerja?
Usia 50-an dan 10 Tahun Terakhir Sebelum Pensiun: Apa yang Masih Bisa Anda Perbaiki?
Review Jujur MDSA Manulife: Untuk Siapa Produk Ini Cocok, dan Untuk Siapa Tidak?
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Tulis Komentar
Komentar dimoderasi sebelum tampil.
Disclaimer: Artikel ini bersifat edukasi dan bukan rekomendasi produk. Keputusan finansial tetap menjadi tanggung jawab pembaca. PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia berizin dan diawasi OJK.